Jumat, 18 Desember 2009

RENUMERASI TNI.........POSITIFKAH?


Akhir tahun 2009 sudah di depan mata. Ada harapan yang muncul dari seluruh anggota TNI mengenai rencana renumerasi gaji bagi TNI pada tahun 2010. Ini memang amatlah diharapkan oleh para anggota TNI supaya mereka semakin dapat profesional dan fokus pada tugasnya sebagai benteng pertahanan NKRI. Bukannya masih hilir mudik "menyambi pekerjaan" di luar bidangnya selaku anggota TNI hanya karena masalah perut dan kebutuhan sehari-hari keluarganya. Memang dibandingkan negara lain, gaji tentara di negeri ini termasuk yang paling kecil, dibandingkan resiko kerja yang dihadapinya. Belum dipikirkan pula kesejahteraan bila terjadi cacat maupun kematian bagi personel TNI maupun anggota keluarganya yang ditinggalkan. Semoga renumerasi ini memadai untuk meningkatkan kesejahteraan anggota TNI dan keluarganya.

Namun diantara harapan tersebut haruslah pula dilakukan perbaikan tekad dan semangat tentang memprofesionalkan seluruh anggota TNI pasca terealisasinya renumerasi tersebut, sehingga muncul kepositifan kinerja, bukannya tetap melaksanakan paradigma lamanya. Kita semua mengharapkan renumerasi itu segera nyata untuk memperbaiki kesejahteraan para anggota TNI dan meningkatkan profesionalitasnya. Semoga tetap jaya Tentara Nasional Indonesia dan tetap bersatulah NKRI. Amien.


Jumat, 28 Agustus 2009

Luas dan Megahnya Indonesia-ku





Sekarang saya sedang berputar-putar di Indonesia menggunakan KRI Dewaruci. Setelah turut dalam Sail Bunaken di Manado yang lalu,sekarang posisi ada di Makasar,selanjutnya menuju Bali-Cilacap-Sibolga-Sabang-Dumai-Bangka Belitung dan kembali ke Surabaya. Aku merenung betapa luasnya laut Indonesiaku ketika aku ada di laut.Betapa megahnya Indonesiaku ketika aku mendarat. Apakah kita menyadarinya? Apakah kita mau menjaganya? Mengapa kita hanya bisa menghancurkan situasi. Tidakkah kita dapat menjaganya? Hancurkan teroris yang mengganggu negeri kita Indonesia. Jayalah Indonesiaku. Jalesveva jayamahe

Rabu, 17 Juni 2009

Akankah terulang terus?


Berselang 4 hari dari jatuhnya Helikopter Bolkow 105 di Cianjur milik TNI AD. Jumat siang, 12 Juni 2009 Helikopter Puma SA-330 milik TNI AU kembali jatuh. Menewaskan 5 orang. Peristiwa ini merupakan kecelakaan pesawat militer ke-7 dalam 4 bulan terakhir yg menewaskan 84 personel TNI dalam rentang Maret-Juni 2009. Sungguh ironis, nasib para pembela bangsa Indonesia kehilangan nyawa bukan dalam mempertahankan negara, namun hanya karena ketidakmampuan perawatan alusista, karena anggaran yg terbatas? Akankah terus terulang tragedi ini bagi TNI maupun pada orang sipil di Indonesia? Sementara korupsi terjadi begitu mudah di negara ini. Coba uang yang dikorupsi itu digunakan untuk kepentingan negara, salah satunya memperkuat TNI dan kesejahteraan prajurit. Maka peristiwa ini tidak akan terulang-ulang. GANYANG DAN HUKUM MATI KORUPTOR DI INDONESIA!!!